Self Digesting

Posted: Juni 28, 2011 in Uncategorized

Ketika berbicara self digesting maka akan teringat pada Hernowo penulis buku Self digesting yang juga penulis Quantum Reading n Quantum Writing. Yupz ketika kita membicarakan self digesting maka akan focus pada diri, bagaimana seseorang memiliki semacam ala untuk mengenali diri sendiri.Karena menurut para filosof n agamawan, puncak dari segala ilmu adalah ilmu mengenali diri sendiri. Sebuah riwayat mengatakan barang siapa mengetahui dirinya, diapun akan mengetahui Tuhannya. So, alat apa yang bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi cirri – cirri diri kita. Berpijak pada gagasan – gagasan Peter Drucker, sosok hebat dalam mengelola diri namun ia juga seorang cendekiawan yang mampu menghadirkan terobosan2 baru dalam memaknai hidup yang terus berubah.
Perlu kita sadari bahwa semua orang memiliki potensi yang luar biasa ketika kita mau mengasahnya. Selama ini akumerasa bisa menjadi apapun yang aku inginkan, aku baru menyadari bahwa diriku memang penuh potensi. Memang aku tak bisa menjadi seseorang sesuai dengan harapan oranglain. Namun aku yakin sekali aku bisa menjadi apa saja asal aku mengenali diriku dan aku mau berusaha sekuat daya untuk menjadi apa yang kumau.
Apakah sekarang aku sudah menjadi sesuatu yang aku harapkan? Ataukah kini aku sudah menjadi orang hebat? Yang mampu membuat sejuta mata terpana dengan karya besarku. Atau aku sudah banyak berkontribusi bagi semestaku? Bahkan aku tak bisa menjawabnya. Rasanya aku belum menjadi apa2 , namun aku sudah belajar untuk menjadi semua itu. Dan kini aku sedang bermetamorfosa.
Dan kita bisa menjadi apapun itu?
Namun terkadang mental pesimism kita lebih kuat menduduki tentakel – tentakel otak kita, hingga akhirnya kita hanya menjadi pemuja mimpi dan bermimpi tanpa aksi untuk merealkan apa yang kita inginkan. Mental itu tumbuh ketika kita membiarkan rasa sedih, derita bersemayam lebih lama dalam hati kita. Lalu kita akan kembali mengingat bahwa mengenali dirilah jawaban agar bisa kembali pada tujuan awal kita.
Ketika kita sudah tau potensi apa yang kita miliki lalu yang harus kita lakukan adalah bagaimana potensi yang kita miliki mampu menjadi aset yang patut diinventasikan. Apakah diri kita sudah layak untuk dipasarkan? Kata Rhenald, dalam buku hukum ‘If you want to sell everything about ur self, u’ll get nothing’. Maka hal yang harus kita lakukan selanjutbya adalah meyakinkan orang lain bahwa anda adalah apa yang anda citrakan didepan mereka. So, mencari inner self adalah PR untuk kita sebelum kita memasarkan diri kita.
Jangan khawatir untuk tampil ketika kita telah mengenali diri kita…. (Bersambung)

“Yang penting dari bakat, kekuatan atau pengetahuan adalah kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan menikmati mengejar sebuah impian”
(Amy Grant)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s