Sari Asih dalam Luh baruku

Posted: Januari 11, 2011 in Goresan senyumku, Uncategorized

IGD itu mengantarkanku pada sakitnya jarum yang menelisik ke uratku.
sejak malam tadi 00:02 waktu menelisik sendiri dalam letih
beribu sakit berjejalan masuk ragaku.
mencoba menikmati tiap rasa,
mencicipi tetes infus yang sadar tertancap di tanganku.
hari ini terasa lama mencekikku,
membiarkan bungkam dalam luhku.
kemarin janjiku tak lagi menikmati wangi suntikan infus
tapi,
Allah begitu bijaksana
membiarkanku sejenak merasakan sehat dalam sakitku.

SB 11, 03:35 10 Juni 2010
perawat itu datang, dan menanyakan keadaanku?
aku hanya terdiam sambil tersenyum kecut.
di lantai bawah, Icha dan putri mengukur tiap dengkur
yang kadang kabur dalam keluhku.
aku ingin menangis, betapa aku merepotkan kalian.
sepiring bubur mendarat paksa di lambungku,
suntikan itu lembut menjajah urat nadiku.
sejenak terpejam menggantikan
jatah tidur malam yang tergadaikan.

11:26 siang ini,
senyum memenuhi ruanganku
memastikan aku akan bangkit dari sakitku.
lenyap, setelah satpam bangsal menghampiri semua kawanku.
” maaf, jam besuk sudah habis silakan keluar !”
yah, begitu lantang dan tegas satpam mengatakannya.

aku menjadi papah diatas ranjang ini putih ini,
aku bukan apa – apa
aku bukan siapa – siapa dengan sakit ini.
senyum kawan2 yang tertinggal
dan segenggam doa arif mereka menghujaniku
meneduhkan ragaku.

22:13 10 Juni 2010
sepertinya Mba tak letih mengantarkanku ke toilet.
yah, aku seperti bayi lagi rasaya
ke toilet saja harus diantarkan, jalan saja harus di papah.
astagfirullah,.,,
lalu nikmat Tuhan yang mana yang akan aku ragukan?

02:30 11 Juni 2010
dingin sekujur tubuhku, tak terlintas di pikiranku aku akan bertahan.
kulihat mba mila sedang mencari lelap dalam tidurnya
yang aku yakin tak nyaman.
malam ini lama
lama

keluhnya meninggi,

selimut tak lagi menahan dinginku, berkali perawat datang
mengontrol kondisiku. alpa…
masih saja sekujur tubuhku dingin.
segelas teh manis mendarat lembut di lambungku.
sejenak bisa terpejam,
dan panas tinggi masih saja merindukan ragaku

09:30
Dokter Riki menghampiriku,
aku minta pulang karena aku tak betah lama di ruangan ini.
senyumnya mengembang,
“Baru ketemu semalem masa uda mau pulang”
yah, pada akhirnya aku tak jadi di EEG
karena aku tak mau

10:45
Dokter suherman kemballi memriksa kondisiku.
“kau boleh pulang tapi tetap kontrol”
senyumku mengembang tipis,

yah aku akan pulang jam 13:35
disana ada banyak hati yang mengkhawatirkanku
ibuku, keluargaku, kawanku dan dia yang selalu menumpahkan
semangat gilanya padaku.
disana, ada cinta yang mengharapkanku untuk bangkit
dan aku akan kembali
percayalah aku akan baik – baik saja
jangan hentikan cinta kalian
teruslah berikan energi itu,

karena aku sayang kalian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s